Tampilkan postingan dengan label Kabar Seputar Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Seputar Facebook. Tampilkan semua postingan

Penemu WWW Dinobatkan Jadi Orang Paling Inspirasional


Tim Berners Lee

Penemu WWW (World Wide Web), Tim Berners-Lee dianugerahi gelar sebagai orang yang paling inspirasional di usia 50-an. Pria asal Inggris ini mengalahkan aktor gaek Hugh Grant, Colin Firth dan sederet nama besar lainnya.

Adalah anggota dari klub high50.com yang menobatkan Lee menjadi sosok yang dianggap paling bisa memberikan pengaruh positif bagi masyarakat Inggris. Klub ini ialah sebuah komunitas online dengan percaya bahwa hidup itu dimulai di usia 50.

50 nama yang berisi orang-orang inspirasional dikumpulkan oleh sejumlah jurnalis yang kemudian menyerahkan keputusan pada pembaca situs dengan cara voting.

Respon yang didapat dari situs ini cukup banyak. Mereka menerima sebanyak 1.363 respon yang kemudian menempatkan Lee menjadi orang yang paling mampu memberikan inspirasi.

"Tim Berners-Lee, seorang pionir internet, ahli fisika luar biasa dan figur yang paling berpengaruh dalam 3 dekade terakhir. Menangnya Lee membuktikan bahwa kita yang berusia 50-an juga melek internet dan teknologi, " demikian pernyataan mereka, dilansir Guardian.

Nama-nama lain yang masuk dalam 10 besar ini ialah pemenang Academy Award dan aktivis Colin Firth (posisi 2), pemain film Nothing Hill, Hugh Grant (posisi 3). Aktris Kim Cattrall ada di posisi 6, kemudian ada jurnalis senior Tina Brown yang duduk di posisi 9.

Program Jahat Kian Lihai Menipu Facebooker


Program jahat trojan yang menyebar menggunakan media jejaring sosial macam Facebook dan lainnya semakin kreatif dalam mengelabui calon korban. Modus yang cukup menarik perhatian adalah dengan mengiming-imingi bantuan, seperti yang dilakukan trojan yang teridentifikasi sebagai Win32/Delf.QCZ.

Perusahaan keamanan Eset menyebut ini merupakan salah satu varian trojan yang mendownload malware lain dari internet. Seperti diketahui bahwa trojan menyebar luas melalui link di situs-situs jejaring sosial dan beraksi dengan mengintervensi beberapa aplikasi keamanan untuk mematikan fungsi deteksi aplikasi keamanan tersebut.

Win32/Delf.QCZ dikatakan memakai aplikasi lama 'codec palsu/media player' dan link ke situs malware-laden yang menyebar lewat Facebook chat. Tetapi para pembuat malware telah mengupgradenya hingga mampu melakukan serangan secara lebih personal terhadap user yang menjadi target.

Malware Win32/Delf.QCZ tidak hanya muncul sebagai pesan spam yang seolah dikirim oleh teman Facebook kita, atau mengirimkan pesan-pesan umum pada Facebook wall post seperti contoh "WOW! http://_malicious_link_", dan malware yang mengirimkan Win32/Delf.QCZ juga memalsukan percakapan kita sebelum mengirimkan malicious URL.

Link ke web page yang tampil mirip dengan tampilan YouTube, dan biasanya malware meminta user untuk mengupgrade Adobe Flash Player terlebih dahulu untuk dapat menyaksikan video yang dikirimkan.

Agar lebih meyakinkan dan mendorong rasa ingin tahu dari calon korban, mereka diminta untuk menjalankan malware yang dikirim. Sedangkan nama user yang mengirimkan tentu saja palsu dan diperoleh dari Facebook. Ditampilkan di video yang dikirim dengan diberi judul tambahan yang terkesan sensasional.

Modus

Vektor penyebaran yang digunakan oleh Win32/Delf.QCZ sangat efektif dan menarik, karena memiliki muatan sebesar layaknya video, sehingga bisa menipu. Trojan ini bisa dikategorikan sebagai antivirus palsu, tetapi skenario penyerangannya berbeda dibandingkan dengan tipikal Rogue AV yang sudah ada -- yaitu tidak mempengaruhi user untuk membeli aplikasi keamanan palsu.

Win32/Delf.QCZ justru memalsukan antivirus asli yang sudah diinstall di komputer korban. Hal tersebut bisa dilihat dari munculnya tampilan peringatan serangan virus yang dibuat seakan-akan berasal dari antivirus yang ada di komputer korban, padahal antivirus sudah diremove sebelumnya.

Trojan Win32/Delf.QCZ akan bertindak sebagai downloader untuk malware lain, yaitu backdoor yang dikenal tangguh untuk melakukan eksploitasi terhadap komputer ketika aplikasi antivirus telah dimatikan.

Nah, menurut Eset, di balik skenario tersebut tentu saja ada motif finansial. Pelaku yang menggunakan Win32/Delf.QCZ dimungkinkan menjadi bagian dari skema komersial dengan model pembayaran pay-per-install atau menjadi alat untuk mempermudah instalasi malware pihak ketiga untuk mendapatkan keuntungan finansial.

Aplikasi keamanan ESET antivirus mendeteksi dan menyingkirkan threat Win32/Delf.QCZ dengan memproteksi wilayah sensitif dari OS Windows, sebelum trojan tersebut berhasil menyebar dan memperluas fungsi HIPS (Host Intrusion Prevention System).

Facebook: Google+ Mencontek


Google+ sudah bisa dipakai sekitar dua bulan lamanya. Sejak awal, Google+ ditujukan untuk menggempur Facebook. 'Perang dingin' agaknya sudah mulai terjadi di antara mereka, di mana eksekutif senior Facebook 'menyerang' Google+.

Sean Ryan, Director of Game Partnership Facebook menyatakan Google+ kurang original dan ada aspek-aspek di Google+ yang mirip Facebook. Selain itu di sisi lain, Google+ juga kurang diminati developer software.

"Google telah menyaingi aspek-aspek dalam sistem kami, yang memang mereka berhak melakukannya. Kami hanya harus menjadi lebih baik dari mereka," kata Sean.

Sean membandingkan pendapatan yang diperoleh Facebook dan Google+ saat ini dari sistem sharing dengan developer game. Facebook mendapatkan hak kurang lebih 50% sedangkan Google+ hanya 5%. Ini karena Google+ tidak populer.

"Google cuma mendapat 5% karena mereka tidak memiliki banyak pengguna," imbuh Sean, dilansir Telegraph.

Sean pun menilai, taktik Google+ dengan memasukkan game ke situs adalah peniruan pada Facebook. Ia mengibaratkan, hal itu seperti restoran cepat saji McDonald's meniru Starbucks dengan menjual kopi.

Sejatinya, Google+ menikmati pertumbuhan pengguna yang cepat, dengan jumlah saat ini mencapai 25 juta. Bandingkan dengan Facebook yang butuh waktu 10 bulan untuk mencapai jumlah pengguna 1 juta, ketika dahulu baru berdiri.

Namun memang beberapa faktor membuat Google+ sudah memiliki cukup banyak user dalam waktu singkat. Di antaranya nama besar Google serta sudah banyaknya pemakai internet dibanding pada masa awal Facebook didirikan.

5 Kiat Aman Menangkal Program Jahat di Facebook


Popularitas Facebook memancing minat penjahat cyber untuk menyebar program jahat di situs jejaring sosial itu. Judul video yang sensasional kerap kali menipu pengguna, padahal itu cuma jebakan.

Berikut 5 kiat aman untuk menangkalnya yang dikutip dari perusahaan keamanan Eset.

1. Selalu menggunakan software keamanan pada komputer, lengkapi dengan antivirus berperforma tinggi, dan jangan lupa untuk selalu mengupdatenya.

2. Selalu waspada jika ada percakapan yang mencurigakan. Contoh, chat dengan bahasa asing dan susunan huruf yang aneh.

3. Hindari untuk mengklik link-link aneh. Biasanya, terkait video porno dan hal hal berjudul sensasional lainnya.

4. Sesuaikan level keamanan dan privacy settings di situs jejaring sosial.

5. Terdapat banyak aplikasi yang diterbitkan oleh pihak ketiga yang dicurigai sebagai hasil kerja dari pelaku kejahatan dunia maya dan masuk sebagai spam dalam komputer user. Jadi Anda jangan asal mendownload aplikasi yang tidak jelas asal usulnya.

Yudhi Kukuh Technical Director PT. Prosperita -- ESET Indonesia menambahkan, jika mengacu pada fenomena sosial masyarakat pada era belakangan ini, tidak mengherankan jika para pengembang malware kemudian memanfaatkan situs-situs jejaring sosial untuk menyebarkan program-program jahatnya.

"Salah satu contoh yang lekat dalam ingatan kita adalah Trojan yang diidentifikasi sebagai Koobface yaitu varian trojan dengan cara infiltrasi yang tajam," tukas Yudhi.

"Motif dari Trojan Koobface adalah mendapatkan perhatian dengan mengirimkan pesan-pesan yang tentunya untuk menarik perhatian dari pengguna facebook. Kemudian malware tersebut akan menciptakan botnet, atau sebuah jaringan zombie yang dapat dikontrol dan diperintah secara remote oleh pelaku cybercrime," pungkasnya.

Facebook Pertemukan Ibu & Anak yang Terpisah 63 Tahun


Kisah mengharukan kembali terjadi melalui perantara Facebook. Ibu dan anak yang telah terpisah selama 63 tahun akhirnya bisa bersatu kembali.

Helen Torres, di usianya yang ke-17 pada 1948 tengah dalam keadaan mengandung. Di usia yang masih belia tersebut Helen dikirim ke sebuah panti untuk para wanita yang hamil di luar nikah. Di tempat itu pula Helen melahirkan bayi perempuan yang kemudian diberi nama Christina.

Malang bagi Helen, dia dipaksa menyerahkan Christina kepada pasangan suami istri yang mengadopsinya. Selama 12 tahun Helen masih terus berusaha mengawasi pertumbuhan anak perempuannya dari jauh. Namun kemudian, Helen kehilangan jejak Christina.

Meski Helen kemudian menikah dan mempunyai lima anak, bagaimanapun dia tetap teringat akan Christina dan masih berharap suatu saat bisa bertemu dengan putri pertamanya itu.

Secercah harapan mulai datang setelah Helen menceritakan kepada anak-anaknya yang lain tentang Christina. Salah satu anak termuda, Deneen mendapat ide untuk melacak keberadaan Christina melalui catatan publik menggunakan akta kelahiran.

Dilansir Digital Trends, Deneen pun mengumpulkan semua foto dan informasi tentang Christina untuk membuat sebuah halaman Facebook. 'Searching for my sister, Mary Christine Bustamante (Gray) DOB 3/8/1948', demikian judul page Facebook yang dibuatnya Januari silam.

Agar lebih memudahkan siapa saja menemukan Christina, Deneen juga menyertakan detail informasi tentang orangtua adopsi Christina seperti nama ayah adopsi, gereja tempat kedua orangtua adopsinya menikah, bahkan nama teman baik Christina di Pico Rivera, California.

Tak disangka, upaya Deneen berhasil. April 2011, seorang wanita menghubunginya melalui Facebook. Wanita tersebut tak lain adalah Christina yang kini telah berusia 63 tahun. Christina yang kini memiliki nama Chris Gray rupanya tinggal tak begitu jauh dari kediaman Helen yakni berjarak sekitar 112 kilometer.

Christina mengaku terkejut mengetahui dirinya adalah anak adopsi. Pasalnya, kedua orangtua adopsinya yang kini telah almarhum tidak pernah memberitahukan hal itu. Juni 2011, Christina pun dipertemukan dengan Helen dalam suasana penuh haru. Beruntung, Tuhan masih memberi kesempatan bagi keduanya untuk berjumpa kembali.

Hacker Gasak Uang Tetangga via 'Bocoran' di Facebook


Seorang hacker berhasil menggasak puluhan ribu poundsterling dari akun bank tetangganya. Dalam melancarkan aksinya, pelaku memakai username dan password yang dipakai korban di situs jejaring sosial Facebook.

Namun ibarat pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Ya, aksi pelaku yang bernama Iain Wood akhirnya terendus polisi dan berhasil dibekuk. Atas aksi pembobolan tersebut, pria 33 tahun ini diancam hukuman penjara 15 bulan.

Setiap harinya, Wood menghabiskan waktu sekitar 18 jam di depan komputer untuk mencari tahu data login korbannya. Pria yang berasal dari Newcastle, Inggris ini sengaja berteman dengan tetangga-tetangganya di Facebook agar mendapatkan akses ke akun Facebook mereka.

Usai mendapatkan username, Wood memakainya untuk masuk ke situs bank online dan mengklik tombol 'lupa password'. Info yang ia korek dari Facebook pun lantas ia gunakan untuk menjawab security question yang diajukan.

Selain mencari data dari Facebook, Wood juga kerap mencuri informasi dari kotak pos guna membantu proses penggasakan tersebut.

Wood menghabiskan uang yang didapat untuk main judi sebelum akhirnya tertangkap polisi karena telah mengubah taktiknya. Mungkin karena terlalu percaya diri, ia mengubah skenarionya dengan mentransfer uang dari akun tetangganya, langsung ke rekeningnya sendiri.

"Ini adalah pertama kalinya saya menjumpai penipuan yang sangat terencana, kompleks dan lihai," ujar Jaksa Whitburn di pengadilan Newcastle seperti dikutip dari Telegraph.

Nostalgia, Facebook Tampilkan Status Lawas


Pernahkah Anda iseng-iseng menelusuri update status lama di Facebook sekadar untuk bernostalgia? Facebook menyediakan fitur khusus untuk melakukannya.

Ya, raksasa jejaring sosial itu mulai menguji coba fitur baru yang bisa menampilkan update status yang pernah Anda posting sekitar satu atau dua tahun lalu. Namun seperti biasanya, ketersediaan fitur yang baru diperkenalkan masih terbatas. Artinya, untuk saat ini belum semua pengguna Facebook menemukan fitur ini pada akun mereka.

Bagi yang sudah tersedia, seperti dikutip dari Mashable, fitur tersebut akan muncul pada kotak kecil di kolom sebelah kanan di atas iklan. Kotak tersebut akan diberi judul 'On This Day in 2010' atau 'On This Day in 2009'. Namun kotak ini umumnya muncul ketika melakukan browsing foto.

Pengguna juga bisa mengklik 'Show More' untuk melihat lebih banyak update status lama, jika pengguna melakukan beberapa kali update status pada hari 'bersejarah' tersebut.

Sebagai catatan, fitur tersebut memulai nostalgia di tahun 2009. Kemungkinan besar dikarenakan pada tahun sebelumnya, situs besutan Mark Zuckerberg ini belum memiliki banyak pengguna.

Fitur ini mulai diuji secara terbatas pada 11 Agustus. Selanjutnya, mulai banyak pengguna yang menyadari kehadirannya dan mulai mencobanya. Ini sebenarnya bukan pertamakalinya Facebook membantu pengguna menemukan aktivitas lampau mereka. Sebelumnya pernah hadir juga fitur yang menampilkan foto-foto lama.

Belum diketahui apakah fitur ini dibuat Facebook sekedar untuk fun atau memang untuk tujuan tertentu. Yang jelas, Facebook tampaknya ingin mengingatkan para penggunanya bahwa mereka telah menghabiskan banyak momen berharga menggunakan Facebook, sehingga tak mudah melupakannya dan beralih ke sesuatu yang baru.

Facebookan Tanpa Izin, Anak Dicambuk Ibu


Facebook-young adults

Seorang ibu menghajar putranya dan akhirnya ditangkap polisi dengan tuduhan penganiayaan anak. Rupanya, sang ibu kalap setelah memergoki anaknya itu memakai Facebook tanpa seizinnya.

Ibu asal Florida, Amerika Serikat, yang bernama Althe Ricketts ini awalnya diberitahu seorang kenalan bahwa si anak memposting pesan di Facebook. Pesan ini bernada buruk dan mengindikasikan si anak ingin melukai dirinya sendiri.

Althe pun berang karena anaknya tidak mematuhi perintahnya dan malah memposting sesuatu yang buruk di Facebook. Begitu tiba di rumah, si anak pun dicambuknya dengan kabel komputer.

Dikutip dari DailyMail, si anak pun kabur dari rumah menuju ke kediaman temannya. Gara-gara dicambuk, bocah yang tak disebut namanya ini mengalami luka di kedua lengannya dan menangis.

Kabar ini akhirnya sampai ke polisi setempat. Mereka pun menangkap Ricketts. Ketika ditanyai, sang ibu mengatakan bahwa tindakannya itu adalah untuk mendisiplinkan si anak.

Namun, tetap saja menurut hukum setempat aksi tersebut dianggap sebagai salah satu bentuk penganiayaan anak. Kini, sang ibu harus menghadapi proses hukum di pengadilan.

Balas Google+, Facebook Rilis Fitur Game Baru


ZooWorld

Inilah jawaban Facebook terhadap peluncuran game yang dilakukan pesaingnya, Google+. Di sini, Facebook tetap berfokus pada pengayaan game-game yang ada di situsnya, alih-alih berpaling ke platform game baru.

Seperti diketahui, Google+ baru saja mendatangkan game-game populer seperti Angry Birds dan Zynga. Tak mau kalah, Facebook pun menawarkan pengalaman baru yang asyik bagi mereka yang doyan ngegame di Facebook.

Berikut tiga fitur baru sebagai jawaban kepada Google+, seperti yang dilansir dari blog resmi Facebook:

1. Ticker game
Ketika pengguna memainkan game, maka mereka akan disajikan dengan stream yang berisi aktivitas game yang dilakukan teman-temannya, termasuk perolehan nilai dan achievement dalam bentuk ticker.

Melalui ticker ini pula, gamer bisa pamer kebolehan. Pun ia juga bisa menemukan game baru lewat pemberitahuan game yang sedang dimainkan temannya. Ticker bisa dijumpai di pojok kanan atas layar. Apabila pengguna tidak ingin memakai fitur ini, ia tinggal mengklik 'X' untuk menghapusnya.

2. Ruang yang lebih lapang
Facebook turut memperkenalkan layar yang lebih lebar untuk ngegame sehingga pengguna bisa lebih puas dalam bermain. Layar penuh ini akan segera bisa dinikmati di beberapa game seperti CityVille, Zoo World, Monster World dan Mystery Manor.

3. Bookmark
Pengguna juga dimungkinkan untuk menambahkan bookmark di homepage-nya apabila ada aplikasi atau game yang sering dipakai. Untuk menambahkan favorite baru, pengguna tinggal mengklik menu yang ada di sebelah bookmark.

Dikatakan Facebook, terdapat lebih dari 200 juta orang yang memainkan game di Facebook tiap bulannya dan dari 80 game terpopuler yang ia miliki, mereka memiliki setidaknya satu juta user aktif. Facebook sendiri kini dihuni lebih dari 750 juta pengguna, masih jauh di atas Google+ yang baru memiliki sekitar 25 juta pengguna.

Bagaimanakah kelanjutan persaingan sengit kedua situs jejaring ini ke depannya? Kita tunggu saja.

Inggris Pertimbangkan Blokir Facebook, Twitter & BBM


Pasca kerusuhan di Inggris

Berbagai teknologi dinyatakan berperan dalam kerusuhan di Inggris. Sebut saja Twitter, Facebook dan BlackBerry Messenger. Pemerintah Inggris pun mempertimbangkan untuk memutus akses pada jejaring sosial dan layanan messaging saat terjadi kerusuhan.

Ya, jika kerusuhan terjadi kembali, bukan tidak mungkin akses terhadap layanan-layanan tersebut bakal diblokir. Ini untuk menghalangi para perusuh mengorganisir kerusuhan via teknologi.

"Ketika orang memakai social media untuk melakukan kekerasan, kita perlu menghentikan mereka. Kami bekerja dengan polisi, intelijen dan industri untuk meneliti apakah tepat untuk menghentikan orang berkomunikasi via website dan layanan itu saat kami tahu mereka merencanakan kekerasan, kekacauan dan kriminalitas," ucap Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Lebih dari 1.300 orang telah ditangkap dengan tuduhan terlibat dalam aksi kerusuhan berikut penjarahan yang memaksa pengadilan bekerja 24 jam. BlackBerry Messenger, Twitter dan Facebook dinyatakan dipakai secara luas untuk mengorganisir kerusuhan.

Pernyataan Cameron tersebut dikritik oleh Jim Killock, aktivis hak-hak sipil di lembaga Open Rights Group. Dia menilai banyak orang akan mengalami kesulitan jika nantinya social media benar-benar diblokir di Inggris, meskipun untuk sementara.

"Jelas, layanan itu digunakan juga oleh orang-orang untuk aktivitas yang benar. Tidak seharusnya orang yang tidak bersalah dihukum karena aksi orang lain," kata dia, dikutip dari PCWorld.

Di sisi lain, aparat Inggris saat ini juga mengandalkan media teknologi dalam usaha menangkap pelaku kerusuhan yang tertangkap kamera CCTV saat beraksi. Foto-foto ini dipajang di Flickr sehingga masyarakat yang mengenal mereka bisa melapor pada polisi.

Aplikasi Facebook Messenger Laris Diunduh


Facebook Messenger

Kurang dari 48 jam setelah resmi dirilis, aplikasi messaging Facebook atau Facebook Messenger langsung laris diunduh. Di iTunes Store, aplikasi ini langsung melesat di posisi teratas chart aplikasi gratis.

Aplikasi yang diluncurkan untuk iPhone dan ponsel Android ini memungkinkan pengguna mengontak banyak orang dalam waktu bersamaan. Group message ini bisa dikirim ke teman Facebook maupun daftar kontak telepon secara serempak.

Dikutip dari Relaxnews, aplikasi ini juga mengupdate pesan secara real time serta memiliki kemampuan berbagi foto dan tagging lokasi.

Facebook Messenger dirilis terpisah dari aplikasi Facebook yang telah ada. Satu hari setelah dirilis pada 9 Agustus 2011, Facebook Messenger langsung menjadi aplikasi gratis terlaris diunduh di iTunes Store. Aplikasi ini telah dirating sebanyak 939 kali--rata-rata rating tiga hingga empat setengah bintang--dan komentar positif dari pengguna.

Di Android Market, aplikasi ini belum merajai deretan aplikasi gratis terlaris diunduh. Namun antusiasme pengguna perangkat Android tidak kalah dengan pengguna iPhone. Facebook Messenger tercatat sudah diinstal 500 ribu hingga satu juta kali dan dirating 838 kali.

Facebook 'Tendang' Para Narapidana


Facebook tengah berbenah dan mulai menutup akun Facebook milik para narapidana di California. Diketahui ada banyak tahanan mengakses akun Facebook menggunakan smartphone yang berhasil diselundupkan ke penjara.

Hal ini diketahui setelah salah satu tahanan menghubungi gadis berusia 17 tahun yang pernah diperkosanya sewaktu kecil. Pelaku kriminal itu sudah tujuh tahun tidak bertemu dengan korban, namun dia mengirimkan email ke keluarga korban yang menggambarkan ciri-ciri gadis tersebut di usia 17 tahun.

Semua ciri-ciri yang disebutkannya, mulai dari warna rambut hingga merek pakaian yang dikenakannya sangat tepat. Setelah ditelusuri, rupanya napi tersebut telah melihat akun Facebook dan MySpace milik si gadis menggunakan ponsel.

Departemen rehabilitasi California pun segera menindak para tahanan yang ketahuan menggunakan jejaring sosial. Kemungkinan besar, mereka juga akan diminta untuk log out secara permanen. Facebook dalam hal ini membantu departemen rehabilitasi dengan menghapus akun yang diketahui milik seorang tahanan.

Dikutip dari Reuters, ada banyak narapidana yang mengakses Facebook. Sebagian ada yang menggunakannya untuk keperluan biasa, namun ada juga yang mengirimkan pesan ancaman atau bernada pelecehan kepada korban.

Facebook Rilis Aplikasi Messaging untuk iPhone & Android


Facebook meluncurkan aplikasi messaging miliknya sendiri untuk ponsel Android dan iPhone. Langkah ini memperlihatkan ambisi kuat raksasa jejaring sosial tersebut dalam mendominasi layanan komunikasi antar teman.

Dengan aplikasi ini, pengguna tak lagi harus log in ke aplikasi Facebook untuk membaca dan mengirim pesan. Seperti pada interface web Facebook, pengguna kini bisa melihat pesan SMS, chat, email dan semua pesan Facebook dalam satu tempat.

Bagi teman pengguna yang tidak menggunakan Facebook, aplikasi ini akan mengirimkan pesan berupa SMS. Dengan demikian, pengguna bisa memutuskan cara terbaik untuk menghubungi seseorang melalui Facebook.

Tambahan lainnya, seperti dikutip dari Forbes, jika pengguna membagi lokasi mereka ke teman di group chat, maka mereka bisa melihat layar yang menampilkan map dengan nama-nama teman mereka.

Aplikasi ini rupanya dibangun Facebook bersama Beluga, sebuah perusahaan pengembang aplikasi messaging yang baru saja diakusisi Facebook Maret silam. Banyak yang menilai, ini adalah langkah menarik yang dilakukan Facebook yakni dengan membuat aplikasi yang terpisah sepenuhnya hanya untuk messaging.

Langkah ini juga memperlihatkan tekad Facebook dalam mengembangkan ranah mobile dan situs milik Mark Zuckerberg ini memang terlihat kian fokus dalam hal ini.

Anonymous Ancam Tumbangkan Facebook


GroupAnons

Facebook akan menjumpai ajalnya pada 5 November nanti. Demikian gol yang dikoar-koarkan oleh kelompok hacker Anonymous.

Dalam video yang diposting di situs YouTube tersebut, Anonymous membeberkan rencana mereka untuk 'menumbangkan' Facebook dan mereka mengajak siapapun untuk berperan serta dalam aksi tersebut. Dikatakan oleh grup tersebut yang dikutip dari FoxNEws, "medium komunikasi yang kamu kagumi akan dihancurkan".

Usaha menjatuhkan Facebook oleh grup peretas internet ini terkait dengan pendapat Anonymous bahwa Facebook telah melanggar privasi dan menyalahgunakan informasi penggunanya.

"Semua yang kamu posting di Facebook akan selamanya ada di sana meskipun kamu telah menghapus akunmu," demikian bunyi modulator suara dalam video yang diposting tanggal 16 Juni itu.

Anonymous mengklaim, informasi yang ada di Facebook telah dijual situs jejaring itu ke pemerintahan dan perusahaan keamanan untuk memata-matai orang.

Akan tetapi tentu dibutuhkan usaha yang ekstra kuat untuk menumbangkan situs raksasa yang didiami 750 juta pengguna ini. Anonymous dulu pernah gagal dalam upaya menumbangkan Amazon.

Di dalam grup Anonymous sendiri sepertinya tidak semua anggota turut serta dalam rencana menjatuhkan Facebook.

Melalui akun Twitter @GroupAnon, grup ini menuliskan "FYI-#OpFacebook diorganisasi oleh beberapa Anons. Hal ini berarti bahwa tidak semua #Anonymus setuju akan rencana itu".

India Godok Situs Pendidikan Bergaya Facebook


Kids

Situs jejaring yang lebih mengarah ke edukasi tengah dibesut di India. Situs jejaring ini menyerupai Facebook namun dengan tambahan menu-menu pendidikan yang penting bagi para pelajar.

Pemerintah dari Rajasthan, salah satu dari negara bagian terbesar di India lah yang memiliki ide untuk merilis situs jejaring sosial berbau pendidikan ini. Sebagian besar fitur hampir sama seperti Facebook yakni menambah teman, mengupload foto, bermain game dan lain-lain.

Akan tetapi yang menonjol dari situs ini ialah bahwa ia menyediakan link khusus di home page-nya.

"Kami akan menyimpan e-book, dan materi pengajaran di situ," ujar salah satu petugas seperti dikutip dari IndiaTimes. Sejumlah tips yang berkaitan dengan mata pelajaran seperti fisika, kimia dan matematika juga turut disertakan.

"Ide yang mengalir di sini ialah memanfaatkan popularitas situs jejaring di kalangan pelajar. Kami berpikir, kenapa kami tidak memberikan sentuhan pendidikan sehingga para pelajar tidak hanya menikmati sisi fun-nya saja namun juga belajar sesuatu," tambah pihak pemerintah.

Industri teknologi India telah lama melakukan upaya dalam hal e-learning. Menurut data, literasi nasional alias tingkat melek informasi di India masih rendah yakni 63% dan hanya ada sekitar 3% rumah yang memiliki komputer pribadi.

Yahoo India di sana pernah meluncurkan program di bulan Juni untuk mengedukasi remaja di desa tentang cara penggunaan email, melakukan pencarian dan seluk beluk lain di internet. Pemerintah di tahun 2009 juga turut membuat program di tahun 2009 dengan materi pendidikan yang bisa diunduh untuk meningkatkan literasi di antara wanita.

5 Aksi di Facebook yang Bisa Bikin Menganggur


Facebook

Dewasa ini, beberapa perusahaan kerap mengamati perilaku calon karyawan di situs jejaring sosial seperti Facebook. Nah, jika sembarangan dalam memakai Facebook, bukan tidak mungkin seseorang sukar mendapat pekerjaan.

Di Amerika Serikat, bahkan ada konsultan bernama Social Intelligence Corporation yang membantu perusahaan mengawasi aktivitas calon pekerja di website sosial. Bukan tak mungkin perusahaan di Tanah Air mulai pula mengawasi calon karyawan di Facebook untuk membantu memilah mana yang terbaik.

Dikutip dari PCMag, mungkin tak ada salahnya berhati-hati memakai Facebook untuk memperkuat peluang mendapat kerja, terutama bagi yang berstatus pencari kerja. Berikut 5 hal yang harus dihindari kala memakai Facebook karena jika diketahui perusahaan, bisa membuat calon pelamar ditolak:

1. Postingan Mengenai Keburukan Anda

Tiap orang memiliki hal atau kebiasaan buruk. Hal terbaik adalah menyimpannya rapat-rapat. Jika diumbar di Facebook, sebagai contoh menaruh foto saat mabuk atau memperlihatkan betapa kotor kamar Anda, para perusahaan mungkin menilai Anda sebagai orang semborono dan menolak Anda.

2. Status atau Komentar Mengganggu dan Tidak Penting

Jika kerap menulis komentar atau status yang mengganggu dan tak penting, para perusahaan mungkin akan menganggap Anda sebagai orang yang senang buang-buang waktu dan bikin rusuh. Apalagi jika mengandung sumpah serapah, perusahaan idaman Anda akan langsung ilfil jika mengetahuinya.

3. Membicarakan Keburukan Mantan Bos/ Perusahaan

Membicarakan bos atau perusahaan tempat kerja Anda sebelumnya jelas boleh-boleh saja. Namun jika pembicaraan itu bertema keburukan perusahaan atau mantan bos yang tak kompeten, citra Anda akan langsung ngedrop. Apalagi jika sampai membocorkan rahasia. Sederhana saja, perusahaan yang Anda lamar tak mau kejadian serupa menimpa mereka.

4. Punya Banyak Teman Online yang Negatif

Jika wall Anda penuh dengan postingan aneh atau sumpah serapah dari teman-teman, boleh jadi Anda dianggap sama dengan mereka. Apalagi jika sampai mengandung hal-hal mesum.

5. Selalu Memposting Hal Negatif

Status atau komentar Anda selalu negatif, jarang atau tidak sekalipun positif. Anda malah tidak pernah membicarakan soal prestasi, pendidikan atau keterampilan yang Anda miliki. Hal ini bisa berdampak pada menyurutnya minat perusahaan untuk mempekerjakan Anda.

Rekrut Pegawai, Perusahaan Lirik Facebook


Selain LinkedIn, para pemilik perusahaan kini juga mulai melirik Facebook sebagai alternatif lain yang bisa dipercaya untuk merekrut pegawai baru.

Memang, LinkedIn masih mendominasi bentuk jejaring sosial bagi kalangan bisnis profesional. Namun sekarang banyak perusahaan yang melihat potensi Facebook dengan lebih dari 750 juta orang ini. Mereka juga tertarik mengetahui lebih jauh calon pegawainya dengan mengenali mereka melalui Facebook.

Setidaknya contoh ini ditunjukkan beberapa perusahaan yang disurvei di Amerika Serikat (AS). Waste Management misalnya, perusahaan layanan ramah lingkungan asal Houston, Texas ini menyebutkan mayoritas trafik ke situs pencarian karir miliknya datang dari pengguna yang mengklik melalui pagenya di Facebook.

Melihat respons seperti ini, Waste Management lantas menambahkan video para pegawainya di page mereka dan memerintahkan para staf SDM agar berbicara langsung dengan anggota Facebook guna mencari 1.500 calon pegawai baru.

Namun seperti dilansir Forbes, saat digunakan untuk mencari calon pegawai, Facebook juga bisa menjadi pedang bermata dua. Federal Trade Commission (FTC) AS baru-baru ini menetapkan standar baru ketika memberi lampu hijau kepada perusahaan bernama Social Intelligence Corp (SIC) untuk screen para pelamar kerja berdasarkan postingan Facebook dan Twitter mereka.

SIC kini bisa melacak temuan negatif tentang kegiatan seseorang di Facebook. Misalnya, informasi bahwa calon pegawai tersebut bergabung dengan jaringan sosial yang rasis. Selanjutnya, informasi itu disimpan SIC hingga tujuh tahun.

Pemilik perusahaan juga bisa mendapatkan informasi mengenai calon pegawai potensial melalui informasi yang dikumpulkan SIC melalui profil Facebook, bahkan meski profil pengguna tersebut dalam pengaturan 'private'. Pencarian sederhana Google juga bisa menampilkan halaman Facebook seseorang dan menampilkan informasi personal, foto dan apa saja yang di 'Like' olehnya.

Namun yang jelas sisi baiknya adalah, kini kita bisa juga mencari pekerjaan dengan mengunjungi halaman Facebook sebuah perusahaan. Dari perekrutan ini, mereka akan melihat apakah Anda potensial untuk bekerja di perusahaannya atau tidak. Nah, bersiaplah. Tampilkan profil Anda seprofesional mungkin. Siapa tahu ada perusahaan baru yang menggaet Anda!

Facebook Bagi Anak, Baik atau Buruk?


Facebook-young adults

Menghabiskan banyak waktu di Facebook seringkali dituding memiliki efek negatif pada anak-anak dan remaja. Akan tetapi di sisi lain ia membawa pembelajaran yang baik bagi mereka.

Sebuah studi mengungkap efek psikologis dari kegiatan Facebookan ini. Dikatakan, remaja yang menghabiskan banyak waktunya di Facebook, memiliki kecenderungan untuk narsis. Mereka juga diketahui memiliki perilaku anti sosial, maniak dan agresif.

Facebook dikatakan juga berdampak pada prestasi anak di sekolah. Mereka yang mengecek Facebook tiap 15 menit sekali saat belajar, dilaporkan nilainya menurun. Penggunaan teknologi dan media secara berlebihan setiap hari juga membawa efek negatif pada kesehatan anak, membuat anak lebih depresi, mengalami kegelisahan dan masalah psikologis lainnya.

Akan tetapi Facebook tidak melulu berdampak negatif pada anak-anak dan remaja. Seperti dilansir dari Ivanhoe, di sisi lain para peneliti juga menjumpai bahwa remaja yang doyan Facebookan menunjukkan mereka lebih lihai dalam menunjukkan empati virtual pada teman-teman onlinenya. Jejaring sosial juga membantu anak-anak tertutup untuk belajar bersosialisasi.

Dengan dampak-dampak yang dibawa Facebook, para peneliti tetap tidak menganjurkan para orang tua untuk memonitor kegiatan online anak-anak.

"Jika Anda memakai suatu program komputer untuk memonitor si buah hati, maka Anda hanya buang-buang waktu karena si anak pasti akan menemukan cara lain mengatasinya. Mulailah bicara mengenai teknologi sejak dini dan bangunlah kepercayaan," ujar Larry Rosen, peneliti media sosial di California State University yang mempersentasikan temuannya di American Psychological Association.

Facebook Tuntut Situs Kencan Dewasa


Kemiripan nama kembali menjadi isu trademark atau merek dagang yang dipermasalahkan Facebook. Raksasa jejaring sosial tersebut kini menuntut situs kencan Shagbook.

Pengajuan tuntutan sudah dilakukan Facebook sejak Mei. Facebook berpendapat nama Shagbook bisa menimbulkan kerancuan dan bisa saja membuat pengguna salah paham bahwa situs tersebut merupakan bagian dari Facebook.

Shagbook sendiri, seperti dilansir Mashable kini memperkuat posisinya atas tudingan tersebut ke United States Patent and Trademark Office.

Dalam berkas pengajuannya, Shagbook dengan tegas menyebutkan bahwa nama Facebook sangat khas dan kata book sendiri merupakan istilah umum. "Ini justru menantang validitas trademark Facebook," demikian dikatakan Shagbook.

Shagbook, dikatakan Facebook tak hanya melanggar trademark Facebook karena kemiripan namanya tetapi juga dalam hal impresi secara komersial.

Ini bukanlah pertamakalinya Facebook berupaya melindungi merek dagangnya. Beberapa situs berbentuk jejaring sosial yang menggunakan kata face atau book menjadi sasaran tuntutan Facebook.

Tahun lalu, sebuah situs jejaring yang diperuntukkan bagi para guru bernama Teachbook menjadi salah satu korban Facebook. Padahal sejatinya, domain situs yang berdomisili di Northbrook, Chicago, Amerika Serikat, ini fungsinya jauh berbeda dengan Facebook. Teachbook, merupakan situs komunitas gratis bagi guru yang menyediakan berbagai perangkat pengajaran.

Hack 500 Ribu Akun Facebook, Raja Spam Ditangkap


Sanford Wallace

Seorang spammer ternama yang dikenal dengan sebutan 'Spam King' atau raja spam menyerahkan diri ke FBI. Aksinya meretas 500 ribu akun Facebook kini diganjar hukuman penjara.

Sanford Wallace, si raja spam tersebut, ditangkap di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) pekan ini. Pria berusia 43 tahun ini diketahui meretas akun Facebook pada November 2008 Hingga Maret 2009. Dia diduga menggunakan akun yang dihacknya untuk membuat 27 juta postingan spam di wall Facebook.

Pengguna Facebook yang menjadi sasarannya, akan melihat postingan tersebut seolah-olah berasal dari temannya. Ketika diklik, mereka akan masuk ke situs yang dirancang agar korban memberikan informasi personal seperti nama lengkap, alamat email dan password. Setelah itu, mereka akan diarahkan untuk website terkait yang diduga trafiknya akan memberikan keuntungan substansial bagi Wallace.

Dikutip dari Telegraph, pria yang juga dikenal dengan nama Spamford Wallace dan David Frederix ini awalnya menguji bentuk spam ini diantara dua akun Facebook. Wallace kini dijerat 11 tuduhan penipuan yang meliputi tindakan sengaja merusak komputer yang terproteksi dan penghinaan kriminal.

Facebook sendiri sangat menyambut gembira penangkapan Wallace. "Kami memuji upaya FBI dan kantor pengacara AS menggiring spammer ke pengadilan," kata Chris Sonderby, Lead Security and Investigation Counsel di Facebook.

Disebutkannya, dua tahun lalu Facebook menuntut Wallace dan pengadilan federal memerintahkannya membayar denda USD 711 juta karena telah mengirimkan spam ke para pengguna Facebook.

"Kini Wallace benar-benar menghadapi masa penahanan serius karena tindakannya," ucap juru bicara Facebook itu puas.