Tampilkan postingan dengan label Kabar Seputar Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Seputar Google. Tampilkan semua postingan

Penemu WWW Dinobatkan Jadi Orang Paling Inspirasional


Tim Berners Lee

Penemu WWW (World Wide Web), Tim Berners-Lee dianugerahi gelar sebagai orang yang paling inspirasional di usia 50-an. Pria asal Inggris ini mengalahkan aktor gaek Hugh Grant, Colin Firth dan sederet nama besar lainnya.

Adalah anggota dari klub high50.com yang menobatkan Lee menjadi sosok yang dianggap paling bisa memberikan pengaruh positif bagi masyarakat Inggris. Klub ini ialah sebuah komunitas online dengan percaya bahwa hidup itu dimulai di usia 50.

50 nama yang berisi orang-orang inspirasional dikumpulkan oleh sejumlah jurnalis yang kemudian menyerahkan keputusan pada pembaca situs dengan cara voting.

Respon yang didapat dari situs ini cukup banyak. Mereka menerima sebanyak 1.363 respon yang kemudian menempatkan Lee menjadi orang yang paling mampu memberikan inspirasi.

"Tim Berners-Lee, seorang pionir internet, ahli fisika luar biasa dan figur yang paling berpengaruh dalam 3 dekade terakhir. Menangnya Lee membuktikan bahwa kita yang berusia 50-an juga melek internet dan teknologi, " demikian pernyataan mereka, dilansir Guardian.

Nama-nama lain yang masuk dalam 10 besar ini ialah pemenang Academy Award dan aktivis Colin Firth (posisi 2), pemain film Nothing Hill, Hugh Grant (posisi 3). Aktris Kim Cattrall ada di posisi 6, kemudian ada jurnalis senior Tina Brown yang duduk di posisi 9.

Google Rilis Fitur Pencarian Musik


Raksasa internet Google baru saja meluncurkan Google Magnifier, sebuah fitur untuk membantu pengguna Music Beta agar lebih mudah mencari dan mendapatkan musik.

Disamping menyediakan lagu-lagu gratis, Music Beta juga menampilkan video live performance, interview artis dan channel untuk mengeksplorasi berbagai genre musik.

Penambahan fitur di Music Beta ini tak lain bertujuan agar para penggunanya semakin betah menggunakan layanan penyimpanan musik online tersebut.

Dikutip dari Cnet, langkah ini juga merupakan upaya Google untuk membedakan Music Beta dari para kompetitornya seperti Cloud Music milik Amazon dan iCloud Apple yang segera dirilis.

Music Beta, yang diluncurkan Mei silam, memungkinkan pengguna mengunggah lagu-lagu mereka dan memainkannya di mana saja, baik melalui PC maupun perangkat mobile.

Debut Music Beta pada saat itu dimulai dengan mempersembahkan dua lagu My Morning Jacket, band yang menjadi nominator Grammy.

Google Tambahkan Fitur Cuaca di Maps


Fungsi Google Maps kini semakin banyak. Google menambahkan fitur baru berupa weather layer ke layanan pemetaan miliknya tersebut. Dengan fitur ini, pengguna bisa mengetahui kondisi cuaca terkini sebuah wilayah.

Dilansir Digital Trends, fitur ini dapat diaktifkan melalui menu drop-down di kanan atas layar Maps, yang juga menyertakan layer lain seperti traffic dan transit. Weather layer ini hanya muncul ketika pengguna melakukan zoom out di wilayah yang dituju.

Informasi yang tampil sebagai pop up akan memperlihatkan kondisi cuaca di seluruh wilayah pada peta. Selain itu, akan tampil menu yang memungkinkan pengguna beralih di antara beberapa pilihan untuk melihat temperatur dan kecepatan angin.

Fitur ini sangat bermanfaat karena mengintegrasikan update cuaca sehingga pengguna tak perlu repot mengetik nama kota di kotak pencarian kondisi cuaca. Bagi mereka yang kerap berpergian, fitur ini sangat memudahkan karena mereka tinggal melihat pop up informasi cuaca yang muncul di sepanjang tempat yang dilalui.

Jika mengklik ikon spesifik, akan tampil prakiraan cuaca untuk empat hari ke depan. Data prakiraan cuaca didukung oleh situs Weather.com. Pop up informasi tersebut juga menawarkan tautan untuk melihat prakiraan cuaca per jam hingga sepuluh hari ke depan.

Facebook: Google+ Mencontek


Google+ sudah bisa dipakai sekitar dua bulan lamanya. Sejak awal, Google+ ditujukan untuk menggempur Facebook. 'Perang dingin' agaknya sudah mulai terjadi di antara mereka, di mana eksekutif senior Facebook 'menyerang' Google+.

Sean Ryan, Director of Game Partnership Facebook menyatakan Google+ kurang original dan ada aspek-aspek di Google+ yang mirip Facebook. Selain itu di sisi lain, Google+ juga kurang diminati developer software.

"Google telah menyaingi aspek-aspek dalam sistem kami, yang memang mereka berhak melakukannya. Kami hanya harus menjadi lebih baik dari mereka," kata Sean.

Sean membandingkan pendapatan yang diperoleh Facebook dan Google+ saat ini dari sistem sharing dengan developer game. Facebook mendapatkan hak kurang lebih 50% sedangkan Google+ hanya 5%. Ini karena Google+ tidak populer.

"Google cuma mendapat 5% karena mereka tidak memiliki banyak pengguna," imbuh Sean, dilansir Telegraph.

Sean pun menilai, taktik Google+ dengan memasukkan game ke situs adalah peniruan pada Facebook. Ia mengibaratkan, hal itu seperti restoran cepat saji McDonald's meniru Starbucks dengan menjual kopi.

Sejatinya, Google+ menikmati pertumbuhan pengguna yang cepat, dengan jumlah saat ini mencapai 25 juta. Bandingkan dengan Facebook yang butuh waktu 10 bulan untuk mencapai jumlah pengguna 1 juta, ketika dahulu baru berdiri.

Namun memang beberapa faktor membuat Google+ sudah memiliki cukup banyak user dalam waktu singkat. Di antaranya nama besar Google serta sudah banyaknya pemakai internet dibanding pada masa awal Facebook didirikan.

Google Makin Ragu Tanam Investasi di Indonesia


Pemerintah Indonesia sampai saat ini belum mendapatkan kepastian soal rencana investasi Google Inc di Indonesia. Pihak Google masih ragu untuk berinvestasi karena diminta membangun pusat data (data center).

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan.

"Mereka untuk sementara agak ragu untuk data center di Indonesia," jelas Gita.

Dikatakan Gita, Google secara spesifik meminta agar pusat datanya bisa di luar Indonesia. Memang Google enggan membangun pusat data karena alasan keamanan yang belum terjamin.

Sebelumnya Gita pernah mengatakan, Google Inc akan melakukan investasi yang lebih besar di Indonesia ketimbang Singapura, Malaysia, dan Thailand. Meski demikian, total investasi yang akan dikeluarkan belum bisa dipastikan.

Dengan adanya investasi Google itu, Gita meyakini akan membawa banyak keuntungan yang akan didapat oleh Indonesia. Gita menjelaskan, investasi dari Google akan menarik investasi dari pihak-pihak lain.

Namun ada beberapa kendala yang mereka inginkan untuk merealisasikan investasi di Indonesia, salah satunya pemasukan dari iklan (advertising revenue).

Kendala lain yang diminta pihak Google sebelum melakukan investasi di Indonesia adalah tersedianya jaminan keamanan untuk pusat data yang akan dibangunnya.

Photovine, Aplikasi Foto Google untuk iPhone


Kesuksesan Instagram yang diperuntukkan bagi penggemar foto membuat Google turut merilis aplikasi serupa bagi iPhone user. Dibandingkan Instagram, aplikasi ini memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan.

Aplikasi ini dinamakan Photovine. Dibuat oleh tim Slide yang telah diakuisisi Google, Photovine menawarkan fitur yang menjadi 'nilai jual' aplikasi tersebut.

Ia berfokus pada penceritaan foto alias storytelling, sesuai dengan taglinenya "Plant a photo, watch it grow". Pengguna didorong untuk mengirimkan foto di bawah 'vine' atau semacam tema besar yang sudah disediakan. Photovine menawarkan 3 opsi Vine yakni Fresh, Popular dan Watching.

Selain bisa memposting foto yang di bawah vine yang sudah ada, pengguna juga bisa membuat vine-nya sendiri.

Pembesut Photovine juga bisa memberikan komentar di bawah foto dan juga bisa membaginya ke akun situs jejaringnya yakni Twitter dan Facebook. Kekurangan yang dimiliki oleh aplikasi ini ialah fitur fiter di mana pengguna bisa menambahkan efek warna di foto, sebuah strategi yang membuat Instagram sukses.

Aplikasi ini sendiri bisa didownload di AppStore, namun ia masih terbatas bagi sejumlah user dan melalui undangan saja, demikian seperti yang dikutip dari HuffingtonPost.

Dari Twitter Sampai Google, Rayakan HUT RI


Pekik kemerdekaan terdengar membahana di seluruh nusantara 66 tahun lalu. Di era digital seperti sekarang, seluruh dunia bisa tahu gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (RI), melalui dunia virtual. Ya, dari Twitter hingga Google mengumumkan bahwa hari ini adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Jejaring sosial Facebook dan Twitter menjadi tempat pertama yang ramai disinggahi warga yang menyuarakan perayaan HUT RI. Terang saja, mengingat Indonesia adalah negara dengan pengguna Facebook dan Twitter terbesar kedua dan ketiga di dunia. Berbagai postingan, baik update status, foto maupun, aktivitas check in, menggambarkan antusiasme warga.

Namun agaknya, tema kemerdekaan lebih meriah mewarnai Twitter. Di situs mikroblogging tersebut, tepat pada 17 Agustus hari ini tercatat ada dua topik HUT RI yang bertengger di trending topic worldwide yakni Happy Birthday Indonesia dan #17agustos. Topik Happy Birthday Indonesia bahkan sempat memuncaki deretan trending topic.

Kemeriahan perayaan HUT RI di Twitter sedikit banyak terdorong dari gerakan 'Kerek Bendera'. Gerakan ini mengajak tweeps bersama-sama mengerek bendera secara virtual melalui tweet.

Telah disiapkan bendera yang siap dikibarkan di halaman mal FX, Jakarta. Agar bisa mencapai puncak tiang, dibutuhkan sekitar 1.781.945 tweet dengan hashtag #17an. Selain melalui Twitter, partisipan bisa juga mengirimkan SMS dengan format 17an#nama#L/P#pesan ke nomor 08568781717 atau 0817171744 atau 082114171717 pada tanggal 17 Agustus 2011 mulai dari jam 00.00 hingga jam 23.59 WIB.

Menariknya, setiap kali jumlah hashtag dan SMS mencapai jumlah tertentu bendera akan dikerek. Untuk mengecek sampai mana bendera berhasil dikerek, partisipan bisa mengeceknya di situs www.17an.org. Semua tweet yang menyertakan #17an dan SMS akan ditangkap di http://www.17an.org.

Selain gerakan 'Kerek Bendera' ada juga beberapa gerakan serupa lainnya yang disuarakan melalui Twitter, seperti yang dikelola Indonesia Optimis melalui akun @ID_optimis. Sedikit berbeda dengan 'Kerek Bendera', id-optimis mengajak partisipan melakukan check in bersama melalui Foursquare di Monumen Tugu Proklamasi.

Google, tak mau ketinggalan ikut meramaikan perayaan kemerdekaan Indonesia. Halaman pencarian Google, baik Google.com berbahasa Inggris maupun Google.co.id yang berbahasa Indonesia, menyuguhkan tampilan logo Google istimewa yang biasa disebut sebagai Google Doodle. Huruf 'L' pada kata Google diganti dengan gambar kartun panjat pinang. Wow, ini adalah kado istimewa dari Google bagi rakyat Indonesia. Dirgahayu republik tercinta. Merdeka!

10 Akuisisi Termahal Google


Sebagai perusahaan berlimpah uang, Google sering membeli perusahaan lain. Kadang, akuisisi itu bernilai amat besar seperti yang baru saja mereka lakukan, yaitu kesepakatan membeli Motorola Mobility senilai USD 12,5 miliar. Akuisisi termahal apa saja yang pernah dilakukan Google? Inilah daftarnya:

1. dMarc Broadcasting - USD 102 Juta

Di Januari 2006, Google mencaplok perusahaan advertising dMarc Broadcasting. Google kemudian mengintegrasikan dMarc pada layanan AdSens.

2. On2 Technologies - USD 133 Juta

Pada Februari 2010, Google membeli On2 Technologies, sebuah perusahaan teknologi video codec. Teknologi perusahaan ini kemudian dipakai Google untuk mengoptimalkan video format WebM.

3. Slide.com - USD 182 Juta

Google membeli Slide.com pada bulan Agustus 2010. Slide.com adalah developer pihak ketiga terbesar di Facebook sebelum Google mengakuisisinya.

4. Admeld - USD 400 Juta

Google membeli Admeld di bulan Juni 2011. Perusahaan ini fokus pada optimalisasi layanan online ad. Google mengintegrasikan Admeld dengan perusahaan akuisisinya yang lain yaitu DoubleClik serta Invite Media.

5. Postini - USD 625 Juta

Pada Juli 2007, Google mencaplok Postini. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang sekuriti web dan pengarsipan. Google membawa teknologi Postini ke Gmail untuk menghadang spam.

6. ITA Software - USD 700 Juta

ITA Software adalah perusahaan software di bidang industri travel. Google membelinya pada bulan Juli 2011 untuk meningkatkan kemampuan layanan mesin carinya di sektor travel dan penerbangan.

7. AdMob - USD 750 Juta

Google membeli AdMob pada November 2009. Perusahaan ini membantu Google mengembangkan solusi periklanan mobile.

8. YouTube - USD 1,65 Miliar

Akuisisi Google pada YouTube termasuk yang paling menghebohkan. YouTube dibeli pada Oktober 2006 dan sampai saat ini masih jaya di bidang video online.

9. Double Click - USD 3,1 Miliar

Jumlah uang yang harus dibayar untuk akuisisi DoubleClick adalah termahal kedua bagi Google. Google memanfaatkannya untuk mensupport AdSense.

10. Motorola Mobility - USD 12,5 Miliar

Inilah pembelian termahal Google. Dengan membeli Motorola Mobility, salah satu perusahaan handset besar dengan puluhan ribu paten, Google berharap ekosistem Android akan semakin kuat.

Google Beli Motorola, Nokia dan RIM Diuntungkan?


Langkah Google membeli Motorola Mobility diyakini bakal punya dampak besar. Salah satunya justru bisa menguntungkan bagi Nokia dan produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM).

Di satu sisi, Google memang mengklaim pembelian Motorola dilakukan lebih karena ingin mendapatkan berbagai paten terkait mobile. Ini sebagai amunisi perang paten dan hak cipta yang sedang dihadapi Android melawan Apple, Microsoft dan juga Oracle.

Tapi di sisi lain, bukan tidak mungkin muncul sentimen negatif dari produsen handset berbasis Android lainnya. Saat ini, tiga besar pembuat ponsel Android dunia adalah, berturut-turut: HTC, Motorola dan Samsung.

Jika HTC atau Samsung (atau yang lainnya) merasa Motorola jadi 'anak emas' Google pasca akuisisi ini, bukan tidak mungkin mereka akan mulai mencari-cari alternatif di luar Android.

Nah, kondisi yang tidak pasti ini justru menguntungkan produsen seperti Nokia dan RIM yang relatif sudah stabil dengan platform dan lini produk masing-masing.

Seperti dikutip dari Reuters, saham Nokia di Amerika Serikat naik 17 persen pasca kabar akuisisi Google terhadap Motorola. Sedangkan RIM mendapati kenaikan 3,7 persen pada sahamnya.

Faktor lain yang menaikkan saham Nokia konon termasuk rumor bahwa perusahaan asal Finlandia itu akan segera 'menyusul' Motorola. Maksudnya, akan ada pihak lain yang membeli Nokia dalam waktu dekat.

Sedangkan bagi Apple, yang berjaya dengan iPhone dan iPad-nya, akuisisi ini belum akan berdampak besar. Justru kemungkinan Apple akan makin mantap menanggalkan produk Google -- seperti Maps atau Search -- dari gadget mereka.

Microsoft pun demikian, belum jelas apakah akuisisi Google atas Motorola akan membangkitkan minat para produsen ponsel pada sistem operasi Windows Phone 7 yang dibesut raksasa piranti lunak tersebut.

Google Caplok Motorola Mobility


Google telah sepakat membeli Motorola Mobility senilai USD 12,5 miliar. Terang saja, langkah ini menjadi sorotan karena diprediksi akan kian menguatkan Google di ranah mobile.

Kesepakatan ini datang sekitar delapan bulan setelah Motorola 'pecah' menjadi dua perusahaan, yakni Motorola Mobility dan Motorola Solutions. 'Perpecahan' perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini bukan karena hal buruk terjadi, melainkan agar lebih fokus dalam bisnis mereka.

Motorola Mobility akan fokus dalam penggarapan ponsel dan internet, sedangkan Motorola Solutions mengurusi perlengkapan profesional lainnya. Nah, dengan akuisisi Motorola Mobility oleh Google, tentunya akan memberi keuntungan bagi raksasa internet tersebut mengingat portfolio paten Motorola akan memperkuat portfolio mereka.

Apalagi, seperti dikutip dari Wall Street Journal, sebelumnya Google gagal menawar Nortel Networks sehingga tak berhasil mendapatkan paten mereka. Untuk diketahui, Google, meski OS Androidnya tengah laris dan terus berkembang, memiliki portfolio paten wireless dan telekomunikasi yang minim.

Nantinya, Google akan menjalankan Motorola Mobility sebagai unit bisnis terpisah yang masih menggunakan lisensi Android. Google juga menyebutkan Android akan tetap menjadi paltform terbuka.

Google berharap transaksi akuisisi bisa selesai pada awal 2012 dan segera disetujui oleh seluruh dewan direksi kedua perusahaan.

Google Belum Bicarakan Investasi di Indonesia


Menkominfo Tifatul Sembiring mempertanyakan keseriusan para perusahaan asing yang ingin mengembangkan layanan teknologinya di Indonesia, termasuk Google yang sempat mendatangi kantor Wapres belum lama ini.

Meski telah menemui Wapres Boediono, namun Eric Schmidt, CEO Google, dinilai Tifatul belum memberikan komitmen apa-apa tentang langkah bisnisnya di negeri ini -- meskipun saat itu Schmidt mengungkapkan visinya soal pengembangan UKM

"Mereka ngomong saja belum. Monggo saja kalau mau bikin layanan di sini. Untuk masalah investasinya mereka bisa berbicara dengan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)," kata Tifatul di Gedung Kominfo, Jakarta.

Selain Google, lanjut dia, sejumlah perusahaan teknologi lain juga mulai menjajaki Indonesia untuk dijadikan salah satu negara repsentasi bisnisnya. "Oracle, HTC, dan perusahaan dari Tokyo juga datang ke kita. Namun urusan mereka investasi atau tidak, itu urusan mereka."

Balas Google+, Facebook Rilis Fitur Game Baru


ZooWorld

Inilah jawaban Facebook terhadap peluncuran game yang dilakukan pesaingnya, Google+. Di sini, Facebook tetap berfokus pada pengayaan game-game yang ada di situsnya, alih-alih berpaling ke platform game baru.

Seperti diketahui, Google+ baru saja mendatangkan game-game populer seperti Angry Birds dan Zynga. Tak mau kalah, Facebook pun menawarkan pengalaman baru yang asyik bagi mereka yang doyan ngegame di Facebook.

Berikut tiga fitur baru sebagai jawaban kepada Google+, seperti yang dilansir dari blog resmi Facebook:

1. Ticker game
Ketika pengguna memainkan game, maka mereka akan disajikan dengan stream yang berisi aktivitas game yang dilakukan teman-temannya, termasuk perolehan nilai dan achievement dalam bentuk ticker.

Melalui ticker ini pula, gamer bisa pamer kebolehan. Pun ia juga bisa menemukan game baru lewat pemberitahuan game yang sedang dimainkan temannya. Ticker bisa dijumpai di pojok kanan atas layar. Apabila pengguna tidak ingin memakai fitur ini, ia tinggal mengklik 'X' untuk menghapusnya.

2. Ruang yang lebih lapang
Facebook turut memperkenalkan layar yang lebih lebar untuk ngegame sehingga pengguna bisa lebih puas dalam bermain. Layar penuh ini akan segera bisa dinikmati di beberapa game seperti CityVille, Zoo World, Monster World dan Mystery Manor.

3. Bookmark
Pengguna juga dimungkinkan untuk menambahkan bookmark di homepage-nya apabila ada aplikasi atau game yang sering dipakai. Untuk menambahkan favorite baru, pengguna tinggal mengklik menu yang ada di sebelah bookmark.

Dikatakan Facebook, terdapat lebih dari 200 juta orang yang memainkan game di Facebook tiap bulannya dan dari 80 game terpopuler yang ia miliki, mereka memiliki setidaknya satu juta user aktif. Facebook sendiri kini dihuni lebih dari 750 juta pengguna, masih jauh di atas Google+ yang baru memiliki sekitar 25 juta pengguna.

Bagaimanakah kelanjutan persaingan sengit kedua situs jejaring ini ke depannya? Kita tunggu saja.

Google+ Datangkan Angry Birds


Rumor yang menyebutkan bahwa Google akan menghadirkan game di Google+ terbukti benar. Raksasa internet tersebut pekan ini mulai menyuguhkan permainan, menyaingi game di Facebook.

Ya, para pengguna Google+ kini sudah mulai bisa memainkan game bersama teman di jejaring sosial milik Google tersebut. Ekspansi Google ke ranah game ini sudah diprediksi sebelumnya sejak perusahaan internet tersebut memperkenalkan Google+ Juni silam.

Disebut-sebut sebagai pesaing Facebook, tak heran jika Google+ kerap dibanding-bandingkan dengan situs yang dibesut Mark Zuckerberg tersebut, termasuk prediksi kehadiran game di Google+.

Dengan menambahkan game ke Google+, Google berharap jejaring sosialnya yang sudah punya lebih dari 25 juta pengguna bisa lebih menarik. Seperti diketahui, strategi ini berhasil dilakukan Facebook, dengan FarmVille milik Zynga sebagai salah satu game yang paling laris dimainkan.

Dikutip dari Yahoo Tech News, sederet game perdana yang hadir di Google+ di antaranya ada poker Zynga dan Angry Birds.

Sayangnya, belum semua game Zynga tersedia di sini. Pengguna yang ingin memainkan game seperti FarmVille, CityVille dan yang terbaru Empires & Allies misalnya, masih harus bersabar karena game ini baru ada di Facebook.

Karena masih baru, opsi game mungkin belum tersedia untuk seluruh pengguna. Google berjanji merilisnya secara bertahap hingga ketersediaannya menyeluruh semua pengguna Google+.

Mobil Tabrakan, Google Salahkan Pengemudi


Kecelakaan

Salah satu mobil yang telah menggunakan fitur kemudi otomatis dari Google telah mengalami kecelakaan. Google mengklaim ini bukanlah kesalahan sistem, melainkan si pengemudi.

Toyota Prius, menjadi salah satu mobil pertama yang menggunakan sistem kemudi otomatis dari Google. Di dalamnya sudah terdapat beberapa perangkat seperti laser, kamera video dan sensor radar yang saling terhubung. Selain itu juga dilengkapi peta untuk bernavigasi.

Naas bagi seorang pengemudi yang telah menggunakan perangkat tersebut. Ia mengalami kecelakaan lantaran sistem kemudi otomatis Google dianggap terlalu responsif. Tapi hal ini ditepis oleh Google.

"Keselamatan adalah prioritas utama kami. Salah satu tujuan kami adalah mencegah kecelakaan seperti ini yang diakibatkan ketika seseorang tengah mengemudi (manual)," ungkap juru bicara Google.

Dikutip dari pcworld, penjelasan Google yang terkesan ngeles ini tentunya mengundang sejumlah kontoversi di kalangan pengguna.

Sebab, Google tidak mampu memberikan bukti yang cukup kuat jika kecelakaan tersebut diakibatkan oleh kesalahan manusia. Bahkan Google tidak berani mengungkap file log yang terdapat dalam mobil tersebut.

Google: Microsoft & Apple Sekongkol Lemahkan Android


Berbagai gugatan melanda Android, seperti dari Apple, Oracle dan Microsoft. Google selaku pembuat Android pun menuduh rivalnya sengaja bersekutu dan memanfaatkan persoalan paten untuk menghalangi kemajuan Android.

Chief Legal Officer Google, David Drummond, menuding mereka memanfaatkan paten yang masih patut dipertanyakan. Dalam postingan blog bertajuk "When patents attack Android", David menyatakan sukses Android memicu rival bersatu dan melakukan kampanye terorganisir melawannya.

Para rival ini memperkuat diri dengan membeli lebih banyak paten lagi untuk menghentikan Google. Ini terkait dengan kegagalan Google membeli paten milik Novell dan Nortel, yang sebagian terkait dengan teknologi ponsel pintar.

Paten tersebut akhirnya jatuh ke tangan konsorsium yang antara lain beranggotakan Microsoft, Apple dan Research in Motion (RIM). Google pun merasa paten itu akan dimanfaatkan untuk menyerang mereka.

"Paten dimaksudkan untuk mendorong inovasi, namun belakangan malah digunakan sebagai senjata untuk menghentikan inovasi," tulis David, dikutip dari BBC.

"Sebuah smartphone mungkin melibatkan sekitar 250 ribu klaim paten yang sebagian besar patut dipertanyakan, kompetitor kami ingin menarik 'pajak' dari paten meragukan itu untuk membuat perangkat Android lebih mahal. Mereka ingin mempersulit manufaktur menjual perangkat Android," imbuhnya. "Microsoft dan Apple biasanya saling serang, ketika mereka bersama-sama, Anda pun bertanya-tanya apa yang terjadi,"

Tuduhan Google ini mendapat reaksi dari pengacara Microsoft, Brad Smith. Mereka menyatakan sejatinya Microsoft sudah mengajak Google bergabung dengan konsorsium untuk membeli paten Nortell. Namun Google menolak.

Di sisi lain, pakar paten, Florian Mueller menyatakan postingan blog itu mengekspresikan rasa frustrasi Google. Faktanya, Google memang cuma mengontrol sedikit paten di sektor teknologi mobile sehingga posisi mereka agak rentan.

Android memang belakangan ini diserbu berbagai gugatan, bahkan sudah ada manufaktur telah membayar lisensi paten. Seperti HTC yang mengaku membayar sekitar USD 10 pada Microsoft per ponsel Android terjual.

HTC juga sedang menghadapi gugatan dari Apple. Di pihak lain, Oracle saat ini menggugat Google terkait tuduhan Android melanggar hak cipta di bidang bahasa pemrograman Java.

Google+ Diyakini Bisa Geser Facebook


Google+

Dengan semua aset yang dimilikinya, Google+ dipercaya bisa menaklukkan popularitas Facebook. Kepercayaan ini dihembuskan oleh pihak pengembang yang seakan tak sabar ingin berkreasi di situs jejaring besutan Google itu.

Meski kini Facebook sudah dihuni oleh 750 juta pengguna dan Google+ masih jauh di belakangnya (baru di kisaran 20 juta user), namun lantaran digawangi oleh sang raksasa internet, Google+ diyakini bisa menghadirkan persaingan yang sengit.

Sebanyak 1.621 responden yang diteliti oleh Appcelerator dan IDC dilempari pertanyaan, "Apakah Google bisa mengalahkan Facebook?" Dan sebanyak dua pertiga dari mereka menjawab "Iya".

Alasan mereka bisa yakin akan kekuatan Google, dikatakan oleh 68% dari dua pertiga responden tersebut ialah bahwa Google memiliki aset seperti YouTube, map dan lainnya.

Walau hingga saat ini Google belum merilis API, akan tetapi hal ini tidak menyurutkan keinginan developer atau pihak pengembang untuk membuat program untuk layanan tersebut.

Sebanyak 72% dari responden mengatakan mereka berencana untuk berkreasi di API milik Google+ dalam waktu 12-18 bulan.

Namun bagaimanapun juga pihak pengembang juga belum berencana akan meninggalkan Facebook begitu saja, buktinya sebesar 83% mengatakan bahwa mereka akan memakai tools dan layanan Facebook di aplikasi mereka tahun ini. Untuk situs mikroblogging Twitter, kedudukannya ada di ranking ke-2 dengan mengumpulkan 'persetujuan' sebanyak 73%.

Lalu apa yang menjadi magnet bagi Google+ bagi pihak pengembang? Selain karena ia menawarkan banyak fitur yang beda dengan Facebook yaitu Circles, Sparks dan Hangouts, pengembang juga percaya bahwa Google akan meracik Google+ di sistem operasi Android.

Dikutip dari Cnet News, dengan racikan ini nantinya pun menimbulkan asa untuk memudahkan developer untuk membuat program bagi piranti-piranti Android.

Google Akusisi Dealmap


Goole memang telah gagal mengakusisi Grupon tahun lalu, tapi bukan berarti mereka menyerah. Raksasa internet itu kini dikabarkan telah membeli layanan serupa, Dealmap.

Tak jauh berbeda dengan Grupon, dan situs deal lainnya. Dealmap juga menawarkan jenis diskon yang menggiurkan kepada penggunanya setiap hari. Uniknya, situs ini mapu menawarkan diskon berdasarkan lokasi pengunjung.

"Kami memiliki strategi yang sama dengan Google, dan nama besar Google bisa sangat membantu kami," ujar Jennifer Dulski, Founder Dealmap dikutip dari nytimes.

Dealmap bermarkas di Menlo Park, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini telah berkerjasama dengan sedikitnya 450 vendor untuk menyajikan beragama jenis diskon berdasarkan lokasi. Hingga saat ini perusahaan yang masih berumur setahun itu sudah memiliki 15 karyawan dengan pengguna mencapai 2 juta.

"Kami sangat terkesan dengan apa yang telah dicapai oleh tim Dealmap, dan kami sangat bangga menerima mereka di Goolge," tulis pernyataan Google.

Google Perluas Jaringan Telepon Gratis


Gmail-Google Voice

Di Gmail terdapat layanan yang diperkuat Google Voice di mana ia memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan telpon ke nomer yang dituju. Dan kini Google telah memperluas fitur tersebut ke 38 bahasa di seluruh dunia serta menurunkan tarifnya.

Perluasan ini membuat pengguna Gmail dan Google Voice untuk membuat panggilan gratis domestik dan panggilan internasional dengan tarif yang diklaim super rendah. Hanya dengan mendownload dan menginstal voice and video plug in, pengguna mampu membuat panggilan ini.

Biaya untuk melakukan panggilan ke Amerika atau Kanada misalnya akan dikenai biaya 1 sen per menit, sedangkan apabila panggilan tersebut dibuat dari dalam wilayah Amerika dan Kanada sendiri, maka ia akan tetap gratis hingga akhir tahun ini.

Panggilan yang ditujukan ke Inggris akan berbiaya 10 sen per menit, dan 15 sen untuk panggilan ke Meksiko. Sedang panggilan untuk semua nomer yang ada di Cina dan India akan dikenai biaya 2 sen per menit.

Promosi dan perluasan jangkauan telepon serta pengayaan bahasa di layanan telepon berbasis Gmail ini diiringi dengan perbaikan layanannya. Google mengatakan telah mengurangi noise dan meningkatkan kualitas suara.

Sayang sekali belum semua negara kebagian fitur ini. Pengguna Gmail yang berada di luar wilayah Amerika bisa mengecek ketersediaan layanan tersebut apabila ia melihat ikon telepon berwarna hijau di atas daftar chatnya.

Layanan yang diluncurkan Google memang menyerupai Skype. Namun Google, dikutip dari VentureBeat mengatakan bahwa pihaknya tidak melihat Skype sebagai kompetitor.

Skype sendiri menanggapinya dengan menyebutkan bahwa Skype ialah satu-satunya tool komunikasi real-time yang bisa mengkoneksikan siapapun, di manapun dengan piranti apapun.

Belum Sebulan, Google+ Raih 25 Juta Pengunjung


Google+

Meski masih menjadi 'barang baru', situs jejaring Google+ ternyata telah berhasil menjaring sebanyak 25 juta pengunjung. Menurut comScore, angka ini menjadikan Google+ sebagai situs tercepat yang meraih jumlah audience sebesar itu.

Ia diluncurkan pada akhir Juni dan pada 24 Juli, Google + telah mendapatkan kunjungan dari 25 juta orang. Di lain sisi, situs Facebook membutuhkan waktu 3 tahun guna mendapatkan jumlah unique visitors sebanyak itu.

Sedangkan situs mikroblogging Twitter, ia membutuhkan waktu lebih dari 30 bulan, dikutip dari Reuters.

Negara Amerika Serikat diketahui menjadi penyumbang terbesar angka itu, yakni sebanyak 6,44 juta visitors, diikuti oleh India dengan 3,62 juta pengunjung.

Negara lain yakni Kanada dan Inggris memiliki 1 juta unique visitors, Jerman memiliki lebih dari 920.000 dan Brasil memiliki lebih dari 780.000. Perancis dan Taiwan masing-masing mempunyai 500.000 unique visitors.

Satu hal yang perlu diingat ialah bahwa meroketnya Google+ tidak menjamin ia akan berjaya lama. Tengok saja situs jejaring yang sempat ngetop di internet, MySpace.

Pencapaian 25 juta unique visitors dalam waktu 2 tahun oleh MySpace, alias lebih cepat dari Facebook dan Twitter, tidak membuatnya berusia lama dan kini ia telah kehilangan banyak sekali pengunjung.

Operasikan 900 Ribu Server, Google Tetap Irit Listrik


Server Google

Google membutuhkan sedikitnya 900 ribu server untuk melayani seluruh penggunanya. Meski demikian, raksasa internet tersebut hanya mengkonsumsi 0,01 persen listrik dari seluruh pasokan dunia.

Hal itu dikemukan oleh Jonathan Koomey, yang baru saja menuliskan hasil risetnya mengenai pemakain sumber daya listrik untuk data center.

"Data center Google hanya menggunakan 0,01% dari total listik yang ada di seluruh dunia, dan kurang dari 1% pada 2010 silam," tulis Koomey, sebagaimana dikutip dari Data center knowledge.

Google sendiri mengklaim bahwa data center yang mereka miliki memang dirancang untuk berkerja lebih efektif, misalnya saja sistem penyimpanan data yang mereka sebut Spanner.

Rancangan seperti ini membuat manajemen data lintas platform lebih cepat, hal ini sangat membantu mengingat Google memiliki banyak sekali layanan online. Selain itu Spanner juga mampu mengalokasikan data di tiap-tiap hardisk secara otomatis.

"Infrastruktur Google lebih efisien dari in-house data center lainnnya. Ini berarti, tidak hanya membuat cloud computing lebih efiesien namun juga hemat listrik," tandas Koomey